Tag Archives: do’a

Surga yang (Semoga Tidak Akan) Hilang

Wonosobo, riwayatnya kini* Kentang-kentang memang lebih mengenyangkan dan menyenangkan Daripada sekedar menguatkan tanah yang gersang dengan Menanam pohon-pohon, yang disebut pemakan lahan

Mencontreng

Hari ini Aku mencontreng Di tempat yang dijaga orang berpakaian loreng Berharap baik untuk negeri yang sudah dari dulu selalu hampir mentereng

Pesta Ulang Tahun

1 Tanpa kue Apalagi lilin dengan angka satu dan sembilan Tanpa pesta Apalagi dengan alunan nada ria di pojok ruangan Hanya doa dan beberapa bungkus nasi untuk ketidakberpestaan yang terus berulangtahun, setiap tahun, sepanjang tahun – selamat berulangtahun ke-2009, wahai kesenjangan sosial!